Fadli Zon Musuh NU

Bisa jadi persepsi itu melekat di kalangan Nahdiyin yang gerah betul dengan manuver politik Fadli yang dianggap melecehkan setidaknya empat ulama NU.

Fadli Zon bisa berkelit bahwa dia tidak bermaksud demikian melalui jalinan kalimat di twitter yang harus diakui sebagai cerdas karena bisa dijadikan tameng pembelaan.

Namun tidak bagi NU. Berkali-kali elit NU menyuarakan protes tapi dianggap angin lalu oleh Fadli Zon.

Yes melangkahi makam adalah masalah kecil bagi sebagian orang. Tapi melangkahi makam kakek Gus Dur dalam tradisi NU adalah bentuk kekurangan ajaran Sandiaga Uno yang dibela Fadli dengan kalimat yang melecehkan. Protes NU tidak digubris oleh Fadli Zon.

NU juga marah ketika Fadli Zon melecehkan KH Yahya Staquf yang pergi ke Israel. Organisasi Islam terbesar ini mengatupkan rahangnya menahan marah atas cuitan dia: matamu !! menanggapi pidato KH Ma’ruf Amin. Lagi-lagi Fadli Zon tidak memperdulikan protes dari kaum Nahdiyin.

Dan yang terakhir, NU agaknya tidak lagi mendiamkan Fadli Zon yang dianggap menghina Mbah Moen. Ulama besar NU yang kharismatik dan sangat dihormati. Santri di Kudus melakukan aksi unjuk rasa.

Lagi-lagi Fadli Zon menganggap enteng semua protes itu tanpa menunjukkan gesture maaf atau meminta maaf.

Sikap ini nampaknya bermuara pada keangkuhan Fadli Zon untuk menantang adu kuat:

Siapa yang menang..

Saya atau NU..

Dan sikap ini bakal menjunamkan semua yang dipertahankan Fadli Zon. Kaum Nahdiyin akan makin mempertajam dan memperbesar tekanan mereka seraya mengatakan dia adalah penista ulama, pembegal ulama dan..

Musuh NU.. 
 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

(redaksiindonesia/suaraislam)