Empat Orang Yang Tidak Akan Pernah Masuk Neraka

Ilustrasi

Hari Jumat kemarin saya mendengar khutbah yang amat keren. Khatibnya mungkin baru berusia 30-an tahun. Khutbahnya singkat, jelas, dengan intonasi yang wajar, tidak berteriak tapi juga tidak lemas yang bikin mengantuk.

Dalam khutbahnya yang pendek itu dia mengutip sebuah hadits:

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ألا أخبركم بمن يحرم على النَّار، وبمن تحرم النَّار عليه؟ على كلِّ هيِّن ليِّن قريب سهل))

Dari Ibnun Masud RA dia berkata: Bersabda Rasulullah SAW: “Apakah kalian ingin aku beri tahu tentang orang yang tak akan masuk neraka dan apinya diharamkan menyentuhnya? Yaitu mereka yang hayyin, layyin, qarib, sahl.”

Ia kemudian menerangkan empat hal itu:

1.Hayyin. Rendah hati terhadap manusia dan rendah diri di hadapan Allah SWT. Untuk menjelaskan hal ini, khatib kemudian mengutip sebuah ayat tentang karkteristik hamba Sang Maha Kasih (Allah):

وَعِبَادُ الرَّحْمَانِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى اْلأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَاخَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاَمًا

“Dan hamba-hamba Sang Maha Kasih itu adalah mereka yang berjalan di atas bumi dengan tunduk (rendah hati), dan jika orang-orang bodoh mengkhutbahi mereka, mereka cuma membalasnya dengan kedamaian.”

Hayyin dan hawn berasal dari akar kata yang sama. Tunduk, tidak ingin menonjokan diri. Tidak merasa sok tahu. Bahkan ketika diceramahi oleh orang bodoh pun mereka menjawabnya dengan damai.

2. Layyin. Artinya lembut. Lemah lembut dalam melakukan apapun. Khatib kembali mengutip sebuah ayat untuk menerangkan sifat ini. Kali ini mengutip ayat 43-44 surat Thaha, saat mengirim Musa dan Harun untuk berbicara kepada Firaun. “Firaun bukan sekadar penguasa yang sombong, dia menganggap dirinya sebagai tuhan. Tapi, kepada Firaun yang seperti itu pun Allah meminta Musa dan Harun untuk berkata lemah lembut:

“Pergilah kalian berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia telah malampaui batas; maka berbicalah kalian kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. Mudah-mudahan ia ingat atau takut.“

3. Qarib. Artinya dekat, atau mudah didekati. Kepribadian yang menyenangkan dan tidak menakutkan. Orang merasa aman dan bisa cepat akrab. Karakter seperti ini tidak mungkin muncul dari orang yang perkataannya keji, suka marah-marah, menyepelekan orang lain.

4. Sahl. Mudah dan memudahkan. Kalau kata anak sekarang, woles. Santai dalam menghadapi hidup, semua dibuat mudah. Dia tidak hanya menerapkan kemudahan untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain. Tidak menyusahkan.

Apakah ini artinya keempat hal ini saja cukup? Tentu tidak. Tapi, keempatnya adalah karakter wajib yang harus kita miliki. Semua ibadah harus mengarah pada empat karakter ini. Kalau ibada yang kita lakukan tiak mampu membuat kita memiliki empat karkter ini, pasti ada yang salah dalam ibadah kita.

Qaris Tajudin

Sumber: FB Qaris Tajudin

(suaraislam)