Dituduh Tak Pro Islam, Begini Jawaban Menohok Jokowi

(Ilustrasi) Presiden Jokowi Hadiri Munas-Konbes Nahdlatul Ulama, Lombok, Kamis, (23/11/2017). Photo: Sebarr.com

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membantah tudingan dirinya tidak pro Islam. Dalam membuktikan dirinya pro Islam, Jokowi pun merujuk pada salah satu kebijakannya yang menetapkan setiap 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

“Yang buat Keppres Hari Santri Nasional tuh siapa? Masa sudah kayak gitu dibilang tidak pro Islam,” kata Jokowi di Kantor Bupati Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 8 Agustus 2018.

Baca: Fahri Minta Jokowi Belajar Pidato, Ini Kata Ngabalin

Jokowi mengatakan bahwa dirinya seorang muslim dan hampir setiap hari, pekan, dan bulan selalu pergi ke sejumlah tempat bersama para tokoh Islam, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar.

Menurut Jokowi, sepanjang dirinya memimpin juga hampir setiap pekan mengunjungi pondok pesantren untuk melihat kesulitan yang dihadapi. Selain itu, kata Jokowi, pemerintah juga telah membuka 40 bank mikro wakaf di pesantren untuk memperbaiki ekonomi umat.

Baca: Zulkifli Hasan Ketemu Jokowi, PAN Tendang Prabowo?

“Saya ke NU bersama Garuda Food nanem kacang berapa ratus hektare di Jawa Timur juga. Kemitraan seperti ini yang akan memperbaiki ekonomi umat kita. Tanpa pendekatan-pendekatan ekonomi seperti itu, gap antara kaya dan miskin semakin lebar,” ujar Jokowi.

Penetapan Hari Santri ini dinyatakan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tertanggal 15 Oktober 2015. Tanggal 22 Oktober dipilih karena mempresentasikan subtansi kesantrian, yakni spritualitas dan patriotisme, ketika Kiai Hasyim Asyari mengumumkan fatwa masyhur yang disebut Resolusi Jihad, merespons agresi Belanda kedua.

(tempo.co/suaraislam)