Didampingi Wagub Haji Djarot, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj Hadiri Tasyakuran Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

20292
Djarot Saiful Hidayat dan Said Aqil Siroj . (Sumber: Google Images)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siroj mendoakan agar Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari menjadi benteng Islam yang toleran. Dia juga mengatakan masjid itu bisa menjadi simbol Islam yang moderat.

Hal itu disampaikan Said Aqil ketika menghadiri tasyakuran masjid tersebut. Dia juga menyampaikan tentang peran Hasyim Asy’ari sebagai salah satu ulama nasionalis.

“Tidak ada ulama yang memiliki idealisme nasionalis kalau ulama tidak pernah menyinggung nasionalis. Jadi, kalau ulama nggak ada nasionalis, sebaliknya bukan tidak ada nasionalis dari kalangan ulama. Hanya Kiai Haji Hasyim Asy’ari di Indonesia yang nasionalis ulama dan ulama nasionalis, nasionalis Hasyim Asy’ari lahirnya kecintaan Tanah Air dari hati yang beriman,” kata Said Aqil dalam sambutannya di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, Senin (17/4/2017).

Said Aqil mengatakan Islam Nusantara harus tetap dipegang dengan prinsip Islam yang menghormati budaya kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Menurutnya, kemajuan Islam di Indonesia harus dibangun bersama agar bisa menjadi Islam bermartabat.

Baca:

“Islam Nusantara prinsipnya moderat, harus berilmu, membangun masyarakat cerdas. Toleransi lahir dari budi pekerti luhur, berilmu. Dan bertoleran mampu membangun Islam bermartabat,” ujarnya.

Dia juga mendoakan agar masjid raya itu menjadi simbol bagi Islam moderat. Selain itu, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov DKI, yang diwakili Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, yang juga hadir, atas pembangunan masjid raya itu.

“Mudah-mudahan masjid ini jadi benteng Islam Nusantara, simbol memperkuat Islam yang moderat dan toleran. Saya pidato di sini bukan kampanye. Di sini saya hanya ceramah. Karena itu, terima kasih kepada Pak Djarot, yang sudah berupaya keras sehingga terwujud masjid yang megah ini,” kata Said Aqil.

(detik/suaraislam)