Denny Siregar: Maraknya Kader Partai Oposisi Dukung Jokowi

Maraknya para kader dari pendukung partai oposisi mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Baru kali ini Susilo Bambang Yudhoyono resah. Ketua umum Partai Demokrat ini merasakan “pemberontakan” di para kadernya karena sikap Demokrat yang mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019. Suara-suara dari bawah yang menyerukan untuk “Dukung Jokowi” makin lama makin keras dan menggema, ujar Denny Siregar.

Demokrat sendiri melakukan survei internal dan menemukan bahwa 20 persen kadernya menyatakan dukungan Jokowi. Dan hitungan itu bisa lebih besar dari yang kelihatan, karena banyak kader yang menyembunyikan dukungan pribadinya supaya tidak terlihat berbenturan dengan sikap partai.

Lukas Enembe, Gubernur Papua menyatakan, “Harga mati, 3 juta suara Papua untuk Jokowi.” Bagi Lukas, kerja Jokowi untuk Papua adalah bukti. Lukas sendiri adalah ketua DPD Demokrat Papua. Dengan berani Lukas menyatakan, “Siap diberi sanksi oleh Demokrat.”

Gerakan kader Demokrat Papua untuk mendukung Jokowi juga terjadi di Jawa Timur. Pakde Karwo ketua DPD Demokrat Jatim, juga menyatakan akan mendukung Jokowi. Dan gerakan “ramai-ramai dukung Jokowi” ini juga diikuti oleh NTT dan kabarnya juga Banten.

Gelisah dengan situasi yang tidak menguntungkan ini, SBY berencana mengumpulkan seluruh kader di Jakarta.

Bukan hanya Demokrat, kader PKS dari Maluku Utara juga menyatakan sikap untuk mendukung Jokowi. Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba berkata, “Tidak ada pilihan lain, saya dukung Jokowi…”. Sebelumnya seorang kader PKS di Medan juga menyatakan untuk “dukung Jokowi”.

Kenapa mereka ramai-ramai dukung Jokowi?

Karena memang apa yang dilakukan Jokowi dalam membangun wilayah mereka yang dulu tertinggal tampak nyata dan dirasakan rakyat. Dan kepala daerah yang partainya berlawanan sikap dengan Jokowi, tidak mampu membendung arus dukungan rakyatnya. Mereka harus mengikuti arus, jika tidak terkapar.

Dari Partai Amanat Nasional, mantan petingginya Soetrisno Bachir pun menyatakan sikap mendukung Jokowi. Dan kabarnya, ribuan kader PAN juga akan mendeklarasikan diri mendukung Jokowi.

Dari Gerindra sendiri juga begitu. Bupati Sragen dari Gerindra menyatakan akan mendukung Jokowi dua periode.

Menarik melihat fenomena bagaimana mereka yang partainya mendukung Prabowo, kader-kadernya berlawanan sikap dengan mendukung Jokowi. Mungkin akal sehat mereka tidak menerima, bagaimana bisa partainya mendukung Prabowo yang belum teruji kinerjanya?

Mungkin sudah saatnya SBY kembali merenungkan sikapnya. Di kubu oposisi Demokrat pun tidak mendapat keuntungan apa-apa, bahkan bisa saja suara mereka tergerus di pemilu legislatif karena dukungan yang salah.

Di kubu oposisi sekarang ini Capresnya dari Gerindra, Cawapresnya dari Gerindra, bahkan ketua timsesnya pun kabarnya dari Gerindra. Terus Demokrat ngapain aja?

Mungkin sudah saatnya SBY mengambil gitarnya kembali dan mulai berencana membuat album musik untuk ke sekian kali.

Judul albumnya mungkin, “Jokowi sekali lagi…” ehhh….

Saya sih lebih senang seruput kopi melihat bagaimana Jokowi memainkan caturnya dengan lihai, yang membuat benteng pertahanan lawan tandingnya pelan-pelan terurai. Silakan diseruput selagi panas.

(SFA/DennySiregar/suaraislam)