Cak Nun ‘Sentil’ Amien Rais soal People Power

Emha Ainun Najib alias Cak Nun dalam acara temu awak media di Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan

Emha Ainun Najib atau yang dikenal dengan Cak Nun mengaku tidak percaya akan adanya people power seperti yang disebutkan oleh politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Hal itu disampaikannya dalam kesempatan tatap muka dalam diskusi bertajuk ‘Belajar Kembali Jurnalisme’ bersama awak media di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/4).

People power itu ndak bisa, wong (yang menghendaki) segmented kok,” Cak Nun.

Segmented yang dimaksud Cak Nun, adalah tokoh penggeraknya bukan tokoh yang memiliki kapasitas sebagai ‘Pawang Nasional’.

People power mungkin akan efektif kalau Anda punya ‘Pawang Nasional’. Di mana semua kelompok merasa lega hatinya dengan Anda. Kalau hanya tokoh segmented, apa imam besar di Indonesia atau tokoh-tokoh lainnya, tapi kan yang lain nolak (people power),” ujarnya.

Cak Nun lantas menjelaskan pendapatnya bahwa Indonesia baru akan benar-benar bisa berubah jika mengalami empat hal. Yakni bencana alam besar-besaran, endemik atau penyakit menular massal, revolusi oleh pemimpinnya dan revolusi jadi pemimpin atau revolusi yang dilakukan oleh presiden.

“Revolusi oleh pemimpinnya itu bukan revolusi untuk jadi pemimpin, bukan people power untuk jadi pemimpin, kalau people power kan ada pertentangan vertikal, bawah menggugat atas, ada mobilisasi dan saya tidak percaya bahwa Indonesia bisa melakukan itu,” kata Cak Nun.

Dia kemudian menjelaskan poin keempatnya tentang revolusi jadi pemimpin atau revolusi yang dilakukan oleh presiden. Revolusinya, kata Cak Nun, bukan revolusi fisik semata tapi juga revolusi berpikir dan revolusi mental.

Jane wis ono (Sebenarnya sudah ada) revolusi mental, tapi ya enggak ngerti ternyata . Revolusi oleh presiden itu ya seperti Bung Karno, nah cuman Bung Karno enggak meneruskan,” kata Cak Nun.

“Nah jadi menurut saya, saya ndak percaya ada people power, paling nanti jadi benturan horizontal. Menurut saya sekarang ndak efektif, ndak rasional,” ujarnya.

Cak Nun lantas mengambil contoh saat ia terlibat dalam agenda reformasi di era Presiden Soeharto. Saat itu, kata dia, jalannya people power sudah sangat bagus.

“Cuma yang rewel adalah sesama teman yang berjuang, akhirnya cuma ya ternyata mereka pengin dadi menteri thok,” ujar Cak Nun.

Sebelumnya, Amien Rais sempat menyatakan jika pihaknya menemukan kecurangan yang sistematis dan masif, mereka akan melawan dengan people power atau menggalang kekuatan rakyat. Amien Rais tak akan menempuh jalur Mahkamah Konstitusi untuk penyelesaian sengketa pemilu

“Misalnya tim kami bisa membuktikan ada kecurangan yang sistematis terukur dan masif kita yakin sekali, kami enggak akan ke MK lagi, kita akan (memakai) people power. Tidak boleh ada setetes darah yang tumpah,” kata Amien Rais.

(kumparan/suaraislam)