Bom Surabaya dan Kembalinya Budaya “Arab Jahiliyah”

Pelaku bom bunuh diri Surabaya, baik pria dan wanita dewasa telah mengembalikan budaya “Arab Jahiliyah”. Yang saya sebut sebagai budaya “Arab Jahiliyah” adalah pembunuhan terhadap anak-anak mereka sendiri.

Anak-anak dari Pasangan Dita Oepriarto-Puji Kuswati (Pelaku Bom Bunuh Diri di Tiga Gereja), anak-anak dari Pasangan Anton Febrianto-Puspita Sari (Bom meledak prematur di Rusunawa Sidoarjo) dan anak-anak dari Pasangan Tri Murtono-Tri Ernawati (Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Surabaya) adalah korban dari kebiadaban dan kesadisan orang tua mereka. Ini mengingatkan kita pada tradisi pembunuhan anak-anak yang menjadi budaya di era Arab Jahiliyah.

Apakah yang ada dalam benak kedua orang tuanya saat melilitkan sabut maut pada anak-anaknya yang masih kecil? Bukankah ini memerlukan tingkat kegilaan dan kesadisan yang sangat tinggi?

Generasi keluarga teroris ini menunjukkan puncak dari kesadisan, kekejaman, kegilaan dan kebiadaban dengan membunuh anak-anak mereka sendiri.

Fenomena ini juga muncul di era Jahiliyah orang tua yang membunuh anak-anaknya bahkan menanam/menguburkan anak-anaknya dalam keadaan hidup-hidup, karena telah kehilangan harga diri dan putus asa.

Ini yang disebut tradisi yang dikecam oleh Al-Quran sebagai “wa’dul banat” (mengubur anak-anak perempuan) atau membunuh anak-anak karena takut kelaparan dan kemiskinan (khasyyata imlaq).

Alih-alih para teroris ini mempraktikkan ajaran Islam atau membela Islami mereka malah kembali ke era sebelum Islam, yakni era Jahiliyah, yang membunuh anak-anak sendiri.

Allah SWT mengecam tradisi penanam/membunuh anak-anak perempuan hidup-hidup (wa’dul banat) ini dalam Al-Quran:

وَإِذَا الْمَوْءُوْدَةُ سُئِلَتْ. بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ

“Dan ketika anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, atas dosa apakah dia dibunuh.” (At-Takwir: 8-9)

Demikian pula larangan membunuh anak-anak karena ketakutan dan kekhawatiran misalnya karena soal kelaparan.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. (QS al-Isrâ’: 31)

Padahal anak-anak adalah amanat dan hadiah dari Allah SWT yang tak boleh disia-siakan dan keberhasilan mendidik anak-anak adalah surga (bukan malah membunuhnya seperti keluarga teroris itu!).

Dalam kisah yang menggetarkan tentang kasih sayang seorang ibu pada anak-anaknya yang kemudian dijamin surga oleh Rasulullah Saw, yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah Ra:

جَاءَتْنِي مِسْكِيْنَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيْهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا، فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِي كَانَتْ تُرِيْدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا، فَأَعْجَبَنِي شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِي صَنَعَتْ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ وَأَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ

Seorang wanita miskin datang kepadaku membawa dua anak perempuannya, maka aku memberinya tiga butir kurma. Kemudian dia memberi setiap anaknya masing-masing sebuah kurma dan satu buah lagi diangkat ke mulutnya untuk dimakan. Namun kedua anak itu meminta kurma tersebut, maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dimakannya untuk kedua anaknya. Hal itu sangat menakjubkanku sehingga aku ceritakan apa yang diperbuat wanita itu kepada Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka.” (HR. Muslim)

Kisah yang menggetarkan di atas justeru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh Puji Kuswanti dan Dita Oepriarto pada dua anak perempuannya: Fadhila Sari (12), dan Famela Rizqita (9) yang malah memakaikan sabut maut dan membunuh keduanya bersama kakak-kakak mereka. Juga Pasangan Anton Febrianto-Puspita Sari dan Pasangan Tri Murtono-Tri Ernawati terhadap anak-anak mereka.

Maka jangan kaitkan apalagi membela aksi-aksi teroris ini atas nama Islam, karena mereka sebenarnya mempraktikkan budaya “Arab Jahiliyah”, bukan ajaran Islam!

Mohamad Guntur Romli
gunromli.com

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156659753265955&id=154058685954

(suaraislam)