Beda Sikap Prabowo dengan Ahok Kalah Hitung Cepat

Hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 telah dirilis sejumlah lembaga survei di Indonesia. Quick count memperlihatkan paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih unggul daripada paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Terselip momen menyikapi hasil quick count Pilpres 2019 yang menjadi sorotan warganet. Prabowo mengaku berdasarkan real count survei internal ia menang, posisi kemenangannya berada pada angka 62 persen.

Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim hasil quick count dan exit poll Badan Pemenangan Nasional (BPN) menyatakan pasangan nomor urut 02 meraih suara terbanyak dibandingkan dengan paslon nomor urut 01 di kontestasi Pilpres 2019.

Pengumuman kubu paslon nomor urut 02 itu disampaikan di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra itu di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu malam 17 April 2019. Sandiaga terwakilkan Prabowo lantaran tidak hadir.

“Hasil exit poll kita di 5 ribu TPS menunjukan kita menang di 55,4 persen. Hasil quick qount kita menang 52,2 persen,” kata Prabowo.

Melihat hal tersebut, warganet membandingkan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Saat itu Ahok yang berpasangan dengan cawagub Djarot Saiful Hidayat  melawan pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Namun, ketika hasil quick count di sejumlah lembaga survei keluar Ahok-Djarot rata-rata dinyatakan kalah. Ahok-Djarot hanya mendapatkan 42 persen suara, sementara Anies-Sandi meraih 57-58 persen suara.

Sikap Ahok terkait survei itu adalah langsung mengakui kekalahannya kemudian memberikan selamat kepada lawannya di Pilgub DKI Jakarta 2017. Tak hanya itu, Ahok pun juga mengucapkan terima kasih kepada Polri, TNI, KPU, dan Bawaslu yang telah mendukung jalannya Pilkada DKI sehingga berjalan dengan lancar.

“Saya ucapkan selamat kepada Anies-Sandi,” kata Ahok kepada awak media di Hotel Pullman Jakarta, Rabu 19 April 2017.

(tagar.id/suaraislam)