Bahlil: Prabowo Mempersulit Umat Islam Berbuka dengan Kurma jika Hentikan Impor

Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) Bahlil Lahadalia mengatakan, wacana pelarangan impor oleh Prabowo Subianto bisa merusak sejumlah tatanan negara.

Penyetopan itu, lanjut Ketua Umum HIPMI ini berujung dengan berhentinya umat muslim berbuka puasa dengan kurma.

“Pak Prabowo ini kalau dia melarang impor. Dia berarti tidak sayang sama umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Sementara sunah rasulullah itu setiap buka puasa makan kurma. Kurma di Indonesia tidak ada, hanya impor,” kata Bahlil saat dihubungi, Selasa (6/11).

Bahlil juga menyebut, janji Prabowo sulit terwujud, karena semua negara di dunia pasti memberlakukan impor. Menurut Bahlil, janji menghentikan impor menunjukan Prabowo tidak menguasai persoalan dalam bernegara.

“Kalau mengurangi impor setuju, tapi kalau menghentikan impor, itu sama dengan cerminan seseorang yang tidak memahami persoalan bangsa,” ujar Bahlil.

Dia mengingatkan ketua umum Gerindra itu agar tidak membohongi masyarakat. Sebab, antarnegara terikat hubungan bilateral. Di Asia misalnya, Indonesia terikat kerja sama ekonomi Asia.

Bahlil menyontohkan Indonesia masih impor bawang putih, lantaran hanya bisa diproduksi di dataran tinggi. Bahlil juga menyinggung kuda-kuda yang menjadi peliharaan Prabowo.

“Kuda-kuda dia juga impor. Kalau itu saya menyarankan jangan impor kuda,” kata Bahlil. (tan/jpnn)

(jpnn/suaraislam)