Astaghfirullah! Ustad Andalan Telkom Sarankan tak Usah Ikut Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Kita tentunya pernah dikejutkan dengan daftar list pembicara yang untuk Ramadhan dari Telkom dan ternyata ada beberapa tokoh atau ulama pro khilafah yang membuat netizen bereaksi keras dan mengecamnya.

Kali ini terbongkar lagi pernyataan Ustad kebanggaan salah satu BUMN ini yang menjawab pertanyaan jamaahnya dimana ia menyarankan untuk tidak usah ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hal ini dibongkar oleh akun twiter @EdyGypsum.

Berikut isi cuitan @EdyGypaum:

“Lagu Indonesia raya di belahan negara manapun di nyanyikan dikala momen tertentu

Lha ini ustadz kebanggaan @KemenBUMN @TelkomIndonesia melarang untuk menyanyikan lagu Indonesia raya Dan lebih gila lagi kok ada yg membenarkan da’wahnya”, (Videonya bisa di akses di Refrensi bagian bawah).

Dalam video unggahan akun twiter @EdyGypsum ini memang benar bahwah Ustad Basalamah kebanggan BUMN Indonesia ini menyarakan agar tidak usah ikut saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari nitizen. Akun twiter @shsyahri menyatakan bahwa di Masjid Depok juga terdapat larangan menghormat bendera. Namun @shsyari tidak menyebutkan nama masjidnya.

“Kaya di mesjid depok, ga bole hormat bendera, ya ampun bagaimana dulu kalau perang ya, bela negara, hnya utk bs naikin bendera aja, perlu tumpahin darah”. Kutipan-kutipan ini adalah copas dari twiter sehingga apabila ada typo mohon dimaklumi.

Kembali lagi ke laptop. Biasanya patokan atau landasan dasar dari pendakwah seperti ini adalah tidak dilakukan Nabi. Nah, jika benar begitu maka wahai bani cebong jika anda menulis di seword atau berkicau di twiter, FB dan lainya maka anda sedang melakukan hal yang tidak dilakukan Nabi. Niscaya anda tidak bakal mendapatkan bonus bidadari bagi laki-laki dan bonus masker pemutih wajah bagi perempuan di surga kelak. Itu pun kalau anda masuk surga.

Di tahun 2018 kita sempat dibuat merasa tidak paham dan kebingungan ketika membaca hasil penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan.

Dalam hasil penelitian P3M diketahui bahwa 41 dari 100 masjid kantor pemerintahan di Jakarta terindikasi paham radikal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan dengan merekam secara audio dan video khotbah Jumat selama periode tersebut.

Dalam penelitian itu juga diketahui bahwa dari 41 masjid yang terindikasi radikal terdiri atas 21 masjid di BUMN, 12 masjid di kementerian, dan 8 masjid di lembaga negara.

Telkom Indonesia memang sering memberikan panggung bagi Khalid Basalamah dan kroni-kroninya. Hal ini terbukti dengan beredarnya promosi yang teroampang wajah Khalid Basalamah. “Nimati tayangan VOD Sapa Muslim, berisi ceramah Ustad ternama, hanya 30.000/bulan”.

Nah, ini tugas bersama. Seharusnya seruan kembali ke Masjid yang sedang digalang oleh organisasi sayap Nadhlatul Ulama seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia adalah hal tepat. Guna merebut masjid-masjid yang kini telah berada ditangan kelompok keras tapi layu itu. Namun PMII dan organisasi sayap NU lainya harus sadar bahwa dengam selogan saja tak cukup. Butuh gerakan yang masif untuk mengarahkan kader-kader dan pendakhwah mudanya.

Sementara bagi BUMN apabila tidak berbenah dan masih saja nyelenehnya minta ampun maka suatu ketika akar rumput akang muak dan akan ada efek bagi pejabat BUMN yang terafiliasi dengan organisasi sayap patah seperti HTI dan sejenisnya.

Sembari pihak pemerintah untuk tidak tinggal diam, sebab menggunakan fasilitas negara untuk membangkan kepada negara adalah tindakan separatis dan harus dilawan.

Wahai kalian penghuni BUMN ketahuilah, yang gaji kalian adalah Negara Indonesia Raya, menyanyikan lagu Indonesia Raya saja kalian harus pelit minta ampun. Wahai pejabat BUMN ketahuilah bahwa sebagai orang yang bekerja di badan usaha milik negara, kalian harusnya membantu pemerintah dalam melawan nilai-nilai dan paham yang bertentangan seperti radikalisme dan kalian jualah yang harusnya mengikis habis terorisme lewat media-media dan masjid-masjid yang dititipkan negara kepada pundakmu.

Negara Republik Indonesia memang sebuahnegara yang kental dengan keberagaman atau kemajemukan. Oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan dengan adanya kemajemukan tersebut sangat perlu dilakukan untuk mencegah masalah radikalisme dan terorisme. Oleh karena itu, cebong dan kampret bersatulah.

Kembali lagi, bagaimana bisa kalian mengundang orang-orang seperti Basalamah yang meyerankan tidak perlunya menyayikan lagu Indonesia Raya sebagai pendakwah di Masjid BUMN Indonesia?

Refrensi:

https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-44165499

https://mobile.twitter.com/EdyGypsum/status/115280199523060531

https://www.voaindonesia.com/a/bin-penyebaran-paham-radikal-tidak-lepas-dari-konflik-di-timteng/4664787.html

Adira Andriani

(seword/suaraislam)