Astaghfirullah! Tersangka Teroris Berencana ‘Lemparkan Bom’ saat Pengumuman KPU pada 22 Mei

Polri menghadirkan sejumlah tersangka teroris dengan pengawalan ketat para petugas bersenjata lengkap. (BBC NEWS INDONESIA)

Polri menangkap sejumlah tersangka teroris yang disebut bakal melancarkan aksi saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan secara resmi hasil penghitungan suara pada 22 Mei mendatang.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal, mengatakan sebanyak 11 tersangka merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang erat kaitannya dengan ISIS. Mereka ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Dari 11 tersangka ini, sembilan tersanga merupakan anggota aktif JAD yang telah mengikuti pelatihan paramiliter di dalam negeri dan dilanjutkan ke Suriah. Dua tersangka, deportan, hijrah ke Suriah belajar membuat bom asap di Aleppo,” papar M Iqbal kepada wartawan sebagaimana dilaporkan wartawan BBC news Indonesia, Silvano Hajid.

Disebutkan M Iqbal, “pelaku tindak pidana terorisme betul-betul memanfaatkan momentum pesta demokrasi”.

Dia kemudian memutar video yang diklaim sebagai pengakuan tersangka.

Dalam video itu seorang pria mengatakan dirinya “merencanakan amaliah jihad pada 22 Mei pada saat pengumuman penghitungan suara pemilu dengan cara melemparkan bom di kerumunan massa”. Pria itu menyebut “pemilu merupakan kesyirikan, mulai dari penyelenggara hingga peserta pemilu.”

Pria tersebut, menurut M Iqbal, adalah salah seorang tersangka teroris. Karenanya, dia mengimbau agar massa tidak berkumpul saat KPU mengumumkan hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

“Kepolisian Negara Republik Indonesia mengimbau agar pada beberapa tahapan yang akan datang, terutama pada tanggal 22 Mei, kami mengimbau tidak ada kumpulan massa. Ini akan rawan aksi teror, bom, dan senjata-senjata lain,” papar M Iqbal.

polri
Image captionKepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal (tengah) menampilkan sejumlah barang bukti.
Polri
Image captionBarang bukti yang disita dari para tersangka teroris.

(BBC/SI)