Astaghfirullah, Orasi Khilafah Menggema dalam Aksi Kawal Amien Rais

Massa Persaudaraan Alumni 212 yang mengawal Amien Rais di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Orasi yang berisi perlunya Indonesia menerapkan sistem khilafah menggema di tengah massa pengawal pemeriksaan terhadap politikus PAN Amien Rais, di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Orator Ricky Fattama melontarkan pernyataan tentang perlunya menerapkan sistem Khilafah Islamiyah di Indonesia. Ricky merupakan Koordinator Aliansi Pemuda dan Mahasiswa 212 yang juga menjadi koordinator lapangan aksi massa mengawal Amien di Polda Metro Jaya.

“Ganti Presiden, Ganti Sistem! Takbir!” Pekik Ricky menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando di depan pagar Mapolda Metro Jaya.

“Allahuakbar!” pekik massa.

Ricky menyatakan bahwa Indonesia tidak akan berubah menjadi negara yang kuat jika tidak menerapkan sistem Khilafah Islamiyah. Menurutnya, dengan sistem tersebut, Indonesia dapat mengalahkan Amerika Serikat dan Russia.

“Kita akan luluhlantakkan Amerika. Kita akan hancurkan Rusia. Dan itu tidak mungkin dengan rezim seperti ini. Tidak mungkin dengan dengan sistem seperti ini,” imbuh Ricky.

“Itu hanya bisa gerakkan oleh pemimpin yang merupakan khalifah di dalam naungan sistem khilafah islamiyah. Takbir!” ucap Ricky.

Hingga saat ini, massa Persaudaraan Alumni 212 yang mengawal Amien Rais masih berkumpul di depan gerbang Mapolda Metro Jaya, Jalan jenderal Sudirman, Jakarta. Mereka masih berada di sekeliling mobil komando sejak pukul 10.00 WIB tadi.

Orator silih berganti dari berbagai elemen yang berbicara dari atas mobil komando. Meski matahari begitu terik, massa tetap berkumpul di depan Mapolda Metro Jaya. Puluhan Petugas pun masih berdiri tegap menjaga gerbang.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut upaya mengaitkan khilafah dengan dirinya sebagai “propaganda yang sebetulnya licik”. Ia menegaskan kesetiaannya kepada sistem Pancasila.

“Jadi tidak mungkin saya akan keluar dari sistem pancasila dan NKRI,” ujar Prabowo, di kediaman Istri Abdurrahman Wahid, Sinta Wahid, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

(cnnindonesia/ suaraislam)