Astaga! Waketum Gerindra Ancam Polisikan Seluruh Komisioner KPU

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengancam bakal melaporkan seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke polisi terkait pengumuman rekapitulasi akhir Pemilu 2019, Selasa (21/5) dini hari. 

Menurut Arief, KPU selaku penyelenggara telah melakukan penipuan terhadap masyarakat terkait rekapitulasi Pemilu 2019, di mana hasilnya paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih suara terbanyak dari paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kata Arief, KPU telah berbohong sebab penghitungan suara belum selesai 100 persen.

“Akan saya laporkan semua komisioner KPU yang membuat penipuan pada masyarakat karena menyebarkan berita bohong tentang rekapitulasi suara yang belum selesai hingga 100 persen,” kata Arief Poyuono lewat keterangan tertulis, Selasa (21/5).

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi itu menyebut demikian, sebab rekapitulasi dini hari tadi berbeda dengan penghitungan suara pada Situng KPU. Dalam Situng, kata Arief, pada 21 Mei pukul 14.45 WIB baru terinput suara 92,6 persen.

Dia mengatakan, rekapitulasi yang diumumkan KPU merupakan sesuatu yang ilegal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, dia menyimpulkan putusan KPU cacat hukum dan hasil pilpres tidak dapat disahkan.

“Memang benar-benar bertujuan melakukan kecurangan. Ini KPU menetapkan hasil pilpres yang perhitungannya belum sampai 100 persen di mana Situng KPU baru diinput sebanyak 92,67843 persen versi 21 Mei 2019 jam 14:45,” ujar dia.

Hasil rekapitulasi akhir menunjukkan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf memperoleh 85.607.362 suara sah atau setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Sementara paslon 02 Prabowo-Sandi mendapat 68.650.239 suara sah. Dengan kata lain, paslon 02 meraih 44,50 persen dari total suara sah.

Hal itu ditetapkan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Nasional Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (21/5) pukul 01.46 WIB. Rapat dipimpin Ketua KPU Arief Budiman.

Diketahui, dalam Situng, KPU sudah mencantumkan keterangan bahwa data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

(CNN/SI)