Astaga, Fahira Benarkan Asma Dewi Aktif di Aksi 411 dan 212

587

Fahira Idris, anggota Dewan Perwakilan Daerah mengaku prihatin dengan kasus yang melanda Asma Dewi ibu rumah tangga yang kini menjadi tersangka kasus sindikasi ujaran kebencian Saracen. Fahira mengaku mengenal Asma Dewi sebagai wanita tangguh yang juga aktif di sejumlah aksi demo, diantaranya 4 November dan 2 Desember 2016, dimana Fahira juga ikut hadir ” Dia (Asma Dewi) seorang wanita tangguh dan selalu hadir di aksi 411, 212 yang juga saya hadir di situ,” kata Fahira usah menengok Asma Dewi di Tahanan Polda Metro Jaya, Rabu 13 September 2017.

Aksi 411 adalah istilah dari gerakan unjuk rasa pada 4 November 2016 yang digelar dengan massa ratusan ribu orang. Aksi yang dimulai usai salat Jumat di depan Istana Negara itu mendesak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI yang maju dalam Pilkada, ditetapkan sebagai tersangka. Aksi ini dijuluki dengan Aksi bela Islam jilid 1.

Baca:

Ada pun aksi 212 adalah aksi unjuk rasa yang digelar pada 2 Desember 2016. Aksi ini yang dilakukan ribuan orang di Jakarta ini merupakan lanjutan dari Aksi 411.

Fahira menuturkan, kunjungannya hari ini untuk perkenalan dan solidaritas sebagai perempuan. Asma sendiri adalah klien LBH Bang Japar, yang diketuai Fahira. Saat berkunjung, Fahira mengaku membawakan sejumlah perlengkapan salat untuk Asma. “Saya mau menyampaikan titipan, saya bawa sajadah, mukena, daster, kue, dan tasbih juga,” kata Fahira.

Menurut Fahira, kasus yang menimpa Asma Dewi belum bisa dibuktikan kebenarannya, karena masih diproses kepolisian. Namun, ia berharap apa yang dituduhkan kepada ibu rumah tangga itu tidak benar. Fahira juga meminta polisi bekerja secara profesional, transparan dan mengedepankan prinsip keadilan.

Asma Dewi merupakan seorang ibu rumah tangga yang tercatat sebagai warga Ciledug, namun tinggal di Sulawesi Utara. Ia ditangkap penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri karena diduga melakukan tindak ujaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penghinaan.

Jejak Asma Dewi terendus polisi setelah tim penyidik menemukan Asma Dewi pernah mentransfer uang senilai Rp 75 juta kepada NS. NS adalah anggota inti Saracen.

(tempoco/suaraislam)