Amien Rais: Jika Vonis Buni Enteng, Kita Terima Saja

209
Amien Rais berorasi di depan gedung sidang vonis Buni Yani. (Tri Ispranoto/detikcom)

Amien Rais menghadiri sidang vonis Buni Yani atas kasus posting-an video pidato Ahok. Orasi sebelum masuk ke ruang sidang, dia mengajak massa menerima jika vonis hakim untuk Buni enteng.

Amien tiba di lokasi sidang vonis di gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung di Jalan Seram, Selasa (14/11/2017). Dia naik ke atas mobil komando dan berorasi di depan massa yang hadir memenuhi lokasi.

Dalam orasinya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengajak umat Islam ikut membela Buni. Dia meyakini Buni telah dikriminalisasi.

Baca:

“Jadi mudah-mudahan hakim siang ini memberikan ketuk palu yang berdasarkan keadilan, bukan 2 tahun seperti tuntutan jaksa. Bukan. Tapi yang masuk akal. Syukur-syukur dibebaskan. Andai tidak pun, masih ada usaha banding,” ujarnya.

Amien menyebut, jika datang kebenaran, kebatilan akan sirna. Dia pun mengajak massa berdoa agar Buni mendapat keadilan.

“Jadi kita berdoa kepada Allah, mudah-mudahan usaha kita yang demokratis, yang konstitusional membela saudara kita, Buni Yani, dikabulkan Allah,” ucapnya. Dia juga mengajak massa tetap tertib di lokasi dan jangan sampai terprovokasi.

“Umat Islam harus bersatu padu, jangan mau dipecah belah. Takbir!” ujarnya yang disambut teriakan Allahu Akbar dari massa.

Ditambahkan Amien, dirinya juga mengapresiasi Polri yang melakukan pengamanan di lokasi. “Saya selalu mengatakan, kalau Polri misalnya 24 jam pensiun, tidak bekerja, alangkah karut-marutnya negara kita ini, 24 jam saja Polri tidak bekerja, maka negeri ini akan runtuh,” ujarnya.

“Polisi ini adalah tonggak keamanan kita. Kita harus bekerja sama dengan Polri sebaik-baiknya. Walaupun mungkin ada oknum-oknum yang tidak beres, tapi itu biasa. Ulama nggak beres juga ada satu-dua,” sambung Amien.

Menutup orasinya, Amien berharap sidang vonis Buni ini berakhir dengan berita baik.

“Mudah-mudahan hari ini dapat berita gembira, putusannya sejuk-sejuk saja. Andai kata enteng, sudahlah kita terima. Tapi kalau sampai misalnya terlalu berat, tentu kita akan mengupayakan kembali usaha hukum yang sekuat-kuatnya,” katanya.

(detikcom/suaraislam)