Alhamdulillah! Penghina Mbah Moen di Facebook Ditangkap di Sulawesi

Pelaku tindak pidana ujaran kebencian atau hatespeechterhadap almarhum KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Luwu Utara (Lutra) di Dusun Kalatiri, Desa Mulyasari, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Jumat 9 Agustus 2019 sekitar pukul 15.00 WITA.

Ujaran kebencian di sosial media terhadap Mbah Moen sempat viral. Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib, Kamis 8 Agustus 2019.

“Pemilik akun Facebook Joe Ramadhan yang diduga pelaku ujaran kebencian terhadap Mbah Moen telah kita amankan,” ucap Kapolres Luwu Utara AKBP Boy Samola kepada Tagar melalui pesan singkat, Sabtu 10 Agustus 2019.

Pengungkapan kasus ini bermula dari viralnya postingan akun Facebook pelaku, yang diduga telah melakukan ujaran kebencian terhadap Mbah Moen, yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah beberapa hari lalu.

Satreskrim Polres Kutai Timur langsung berkoordinasi dengan Polres Lutra untuk melakukan penyelidikan keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke Sulsel.

“Saat mengetahui keberadaan pelaku, anggota bergerak cepat meringkus pelaku bersama barang bukti handphone yang digunakan untuk upload status tersebut,” tambahnya.

Rencananya Joe akan diserahkan ke Polres Kutai Timur untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. “Nanti akan kita serahkan ke Polres Kutai Timur soalnya laporan polisinya di sana,” terang Boy Samola.

Sebelumnya, akun Facebook bernama Joe Ramadhan mengomentari status dengan kalimat, “Kasihan jua tu pak tua bangka..jika engga kliru usianya bih dari baginda nabi SAW, … ehm.. pak tua dapat bonus usia rupanya yah, mat jln mbah maemun.. moga cambukan mengerikan dari malaikat dzabaniyah di alam kubur sana ngak meluluhlantakkan tulang2mu yang uda sangat keropos itu“.

(tagar.id/suaraislam)