Alhamdulillah! Hormati Umat Islam Shalat Idul Adha di Depan Geraja, Misa Ditiadakan

Potret kerukunan antar umat beragama di Kota Malang terasa pada perayaan dan salat Idul Adha 1440 H di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Minggu (11/8/2019) pagi. Belasan ribu jamaah meluber, tak hanya memadati jalanan dan Alun-Alun Kota Malang, tapi juga memadati halaman dua gereja yang berdekatan dengan Masjid yakni GPIB Immanuel dan juga Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan.

Bahkan, karena Idul Adha bertepatan dengan hari minggu, dua gereja ini meniadakan misa hari minggu pagi yang biasanya digelar pukul 06.00 WIB. Ini untuk menghormati umat Islam. Untuk diketahui, GPIB Immanuel letaknya berdampingan dengan Masjid Agung Jami. Sedang Gereja Hati Kudus Yesus berjarak kurang lebih 100 meter dari masjid tersebut.

“Seperti yang sudah disampaikan, karena ada solat Id (shalat Idul Adha) tidak ada misa pukul 06.00 di Gereja HKY (Hati Kudus Yesus),” terang Pastor Paroki, Romo Alberto Djono Moi, O.Carm kepada tugumalang.id, minggu (11/8). Sedangkan untuk kegiatan Misa pada jam lain tetap digelar seperti biasanya. Agenda tersebut baru dimulai pukul 08.00.

Sementara itu, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel tetap menjadwalkan ibadah sesuai jadwal, yakni pukul 08.00. “Kalau seandainya selesai jam 7, bagus. Tapi kalau selesainya jam 8. Mereka (jemaat) tetap akan hadir. Mereka akan lewat pintu belakang. Mereka akan ada di dalam gereja sampai Idul Adha selesai,” kata Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Malang, Pendeta Richard Agung Sutjahjono.

Untuk diketahui, salat Idul Adha di Masjid Agung Jami Kota Malang usai pagi tadi sekitar pukul 07.30. Namun, tampak beberapa jamaah gereja juga sudah memasuki gereja melalui pintu belakang.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Takmir Masjid Agung Jami KH Zainuddin Abdul Munith mengungkapkan rasa terima kasihnya pada gereja yang telah memberikan waktu umat Islam untuk menjalankan ibadah tersebut. Menurutnya, kerukunan antar umat beragama di Kota Malang memang sudah terjalin sejak lama, utamanya untuk Masjid Agung Jami dan juga GPIB Immanuel.

“Kalau yang sangat lama mungkin Gereja Immanuel karena berdekatan, kalau Hati Kudus Yesus pernah juga mengundang pada saat kegiatan-kegiatan. Kalau yang bentuknya kemanusiaan itu kami bisa lakukan bersama,” terangnya.

Ia menyatakan bahwa sebelum merayakan Idul Adha di masjidnya tersebut, pihaknya sudah meminta tolong pada dua gereja bersangkutan. “Jadi sebelumnya sudah langsung telepon kepada pengurus gereja. Dan mereka sudah langsung menerima,” terangnya. Baru setelah itu, pihaknya berkirim surat secara resmi pada dua gereja bersangkutan.

Ia menyatakan bahwa kerukunan di Malang ini sudah berlangsung sangat lama. Bahkan, banyak orang luar yang belajar kerukunan tersebut hingga ke Malang. “Bahkan Kedubes Australia dan DPR Australia kan sudah pernah bertemu ke sini karena tidak lepas dari hubungan kita yang baik antar masjid dan gereja,” pungkasnya.

(kumparan/suaraislam)