Ahok Tolak Bebas Bersyarat dan Pilih Rampungkan Tiga Judul Buku

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapatkan pembebasan bersyarat pada Agustus ini, setelah menjalani dua pertiga masa tahanan. Namun, Ahok tak ingin mengambil peluang tersebut dan memilih menjalani hukumannya sampai tuntas hingga awal tahun 2019.

Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, menuturkan kepada kumparan bahwa sampai saat ini Ahok memilih mendekam di Mako Brimob sembari menyelesaikan tulisan yang akan dibuatnya dalam beberapa buku.

“Dia (Ahok) banyak kerjaan, di dalam dia nulis dia sedang bikin buku dan banyak hal yang lainya,” ujar Nana saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (11/7).

Tak tanggung-tanggung, buku yang sedang dituliskan Ahok saat ini menurut Nana sudah ada sekitar tiga buku, temanya tentang politik hingga catatan pribadi.

“Buku yang ditulis ada yang berjudul ‘Kebijakan Ahok’, terus berupa ‘Dairy’ dia sama buku soal sosial politik, tambahnya.

Menurut Nana, Ahok menolak bebas bersyarat karena ingin bebas sepenuhnya. “Namanya bersyarat keluar 4 jam terus masuk lagi. Apa pun itu istilah hukumnya, itu saya kurang tahu. Tapi Pak Ahok enggak mau ambil. Enggak mau karena enggak ada gunanya bagi dia,” pungkasya.

Ahok mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok karena terbukti menistakan agama terkait ucapannya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Hakim lalu memvonis Ahok hukuman 2 tahun penjara, dan Ahok menerima tanpa mengajukan banding.

(Kumparan/ suaraislam)