Agama, Tuhan dan Manusia

Ilustrasi

Permasalahan agama berseiringan dengan peradaban manusia, orang atheis menganggap agama adalah candu yang diciptakan dri hasil pikiran dan budaya manusia dengan mengkultuskan sesuatu yg tidak ada dan dinamakan sebagai TUHAN.

Agama tak jarang menjadi pemicu perselisihan dimuka bumi ini. Padahal lahirnya masing masing agama baik itu Ardhi atau samawi adalah untuk mengatur keteraturan hidup sebagai sesama dan mengatur tautan hati kepada sang pencipta.

Jika keagamaan kita justru membuat kita saling bermusuhan dengan sesama mahluk ciptaan Tuhannya maka pasti ada yg salah dalam kita memahami agama yg dianut.

Jangan jangan kita “beragama” karena agama ,karena budaya, karena keluarga karena tidak enak sama mertua, bukan beragama karena Tuhan.

Tidak yakin akan adanya “Tuhan” bagi orang yg beragama itu lebih susah cara dakwahnya dibandingkan dng orang orang yang 100% atheis. Lihat saja berapa tempat ibadah di Eropa yg dijual karena sepi peminat, lihat saja lebih bnyak orang Asia yg menjadi pemimpin tempat ibadah di Eropa dari pada penduduk Eropa sendiri. Mereka yg meninggalkan tempat ibadah adalah orang yg beragama tapi tidak yakin adanya Tuhan dan akhirnya mereka memilih menjadi atheis.

Ada dua opsi yang dilakukan oleh orang beragama yang tak yakin adanya Tuhan atau justru malah “meNuhankan” agama yaitu menjadi atheis atau menjadi radikalis extrimis.

Mereka yang menuhankan agama biasanya adalah mereka yang menganggap agama sebagai ilmu pengetahuan semata dan jika dirasa cocok maka dia langsung mengikuti dan mengeksekusi dari yang sekedar ia ketahui, yang terjadi adalah “gagap agama” seperti halnya orang yg gagap teknologi yg sering salah menggunakan alat canggih tapi tidak mau membaca manual book nya.

Agama adalah penjiwaan agama adalah rasa agama adalah hidayah yang proses mendapatkan dan mempelajarinya tidak dapat dilakukan dng waktu yg singkat.
Penjiwaan membutuhkan proses agar mencapai “rasa” yang pas untuk diri sendiri dan untuk orang di sekitarnya, dan yang paling penting adalah hidayah yang merupakan anugerah tersendiri yang menjadi hak periogratif Tuhan.

Bertemunya Jiwa, Rasa dan Hidayah adalah anugerah yang tak ternilai harganya dri segalanya.

Jika kita beragama tapi masih menyakiti, mengambil hak dari manusia sebagai sesama mahluk Nya, Mungkin kita masih menuhankan agama dan belum menuhankan Tuhan yang sebenarnya.

Insyalloh Nyantri adalah salah satu cara untuk membangun jiwa dan rasa untuk mencapai hidayah Nya.

Sumber: FB Zahrul Azhar Hans

(suaraislam)